Retinol Jadi Andalan Skincare Anti-Aging, Ini Cara Menggunakannya agar Kulit Tetap Nyaman

17 hours ago 14

Fimela.com, Jakarta - Perawatan kulit kini semakin bergeser dari sekadar mengejar tampilan kulit yang terlihat lebih muda menuju upaya menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang. Salah satu bahan aktif yang terus menjadi perhatian dalam rutinitas skincare adalah retinol, terutama karena kemampuannya membantu memperbaiki berbagai tanda photoaging.

Retinol sendiri merupakan salah satu turunan vitamin A yang termasuk dalam kelompok retinoid. Dalam perawatan kulit, bahan ini banyak digunakan untuk membantu memperbaiki tekstur, warna kulit yang tidak merata, garis halus, hingga tampilan kerutan. Literatur dermatologi juga menunjukkan bahwa retinoid memiliki peran dalam memperbaiki sejumlah tanda penuaan akibat paparan sinar ultraviolet, termasuk kerutan, perubahan pigmentasi, dan tekstur kulit.

Namun, popularitas retinol juga menghadirkan satu hal yang tidak kalah penting: cara penggunaannya. Retinol bukan bahan aktif yang ideal untuk digunakan secara sembarangan atau dengan prinsip more is more. Setiap kulit memiliki tingkat toleransi yang berbeda sehingga frekuensi, konsentrasi, dan cara memperkenalkannya ke dalam rutinitas perlu diperhatikan.

Bukan Sekadar Tren, Retinol Punya Bukti Klinis

Secara ilmiah, penggunaan retinoid untuk photoaging memang telah lama diteliti. Studi dan tinjauan ilmiah menunjukkan adanya perbaikan pada kerutan, tekstur, pigmentasi, serta sejumlah tanda kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari. Penelitian terhadap retinol juga menunjukkan hasil positif pada tanda-tanda photoaging dengan tingkat iritasi yang relatif rendah pada formulasi dan konsentrasi tertentu.

Dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika dr. Adhimukti T. Sampurna, Sp.DVE., Subsp.OBK., FINSDV, FAADV, FISQUA, mengatakan bahwa strategi penggunaan retinol perlu disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing individu.

“Retinol memiliki bukti klinis dalam membantu memperbaiki berbagai manifestasi photoaging. Dalam praktiknya, strategi penggunaan retinol perlu disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan tolerabilitas masing-masing pasien,” ujarnya.Artinya, mengenalkan retinol ke dalam rutinitas skincare sebaiknya dilakukan secara bertahap. Pemilihan konsentrasi dan frekuensi pemakaian menjadi bagian penting agar kulit dapat beradaptasi.

Salah satu kesalahpahaman yang cukup umum mengenai retinol adalah anggapan bahwa semakin tinggi konsentrasi atau semakin sering digunakan, semakin cepat pula hasilnya. Padahal, toleransi kulit justru menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan pemakaian.

Mulai Perlahan, Jangan Terburu-buru

American Academy of Dermatology Association menyarankan penggunaan retinoid secara perlahan, misalnya dimulai dengan frekuensi yang lebih rendah dan ditingkatkan secara bertahap sesuai toleransi. Retinoid juga dapat menyebabkan kemerahan, kering, atau pengelupasan, terutama ketika kulit belum terbiasa. Penggunaan pada malam hari serta perlindungan terhadap sinar matahari pada siang hari juga menjadi bagian penting dari perawatan.

Hal serupa disampaikan dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.DVE., FINSDV, FAADV, IFAAD. Menurutnya, retinol dapat digunakan untuk membantu menangani sejumlah persoalan kulit, mulai dari warna kulit tidak merata, tekstur, fine lines, kerutan, hingga jerawat dan noda hitam.

Dalam pengamatannya terhadap tiga pasien dengan karakteristik kulit Indonesia selama tujuh minggu, terlihat perubahan pada tekstur kulit, area kemerahan, serta tanda-tanda penuaan seperti garis halus dan kerutan. Meski demikian, ia menekankan pentingnya penggunaan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan tolerabilitas kulit.

Retinol dan Perawatan Kulit yang Lebih HolistikSeiring semakin populernya bahan aktif dalam rutinitas skincare, formulasi retinol juga berkembang. Salah satunya melalui OBAGI Medical Retinol + PHA Night Cream, yang memadukan Entrapped Retinol dengan PHA (Polyhydroxy Acid).

Dalam formulasi tersebut, retinol ditujukan untuk membantu mendukung regenerasi kulit, memperbaiki tampilan tekstur, serta menyamarkan garis halus. Sementara PHA digunakan untuk membantu proses eksfoliasi secara lebih lembut sekaligus mendukung hidrasi kulit.

Kombinasi bahan aktif seperti ini menunjukkan bahwa tren anti-aging skincare kini tidak hanya berbicara tentang satu bahan unggulan, tetapi juga bagaimana berbagai kandungan dapat diformulasikan untuk memberikan pengalaman penggunaan yang lebih nyaman.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Vinsensia Dianawanti

    Author

    Vinsensia Dianawanti
Read Entire Article
Beauty |