Begadang Selama Ramadan dan Risiko Kulit Kusam yang Perlu Diketahui

17 hours ago 14

Fimela.com, Jakarta - Ramadan adalah bulan suci yang penuh berkah, namun perubahan pola hidup selama bulan ini dapat memengaruhi kesehatan kulit kita. Salah satu kebiasaan yang sering terjadi adalah begadang, yang dapat menyebabkan kulit tampak kusam. Apa saja dampak begadang selama Ramadan terhadap kulit? Mari kita simak lebih lanjut.

Selama Ramadan, banyak orang mengalami perubahan signifikan dalam pola makan, tidur, dan aktivitas harian. Hal ini dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering dan kusam. Begadang menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi pada masalah kulit ini. Dalam artikel ini, kita akan membahas risiko kulit kusam akibat begadang selama Ramadan dan tanggapan dari para ahli.

Menurut para ahli, kurang tidur dapat memperlambat proses perbaikan kulit dan menyebabkan berbagai masalah seperti lingkaran hitam di bawah mata, kulit pucat, dan penuaan dini. Mari kita lihat lebih dalam mengenai dampak begadang selama Ramadan terhadap kesehatan kulit.

Dampak Ramadan pada Kesehatan Kulit

Selama bulan Ramadan, tubuh harus beradaptasi dengan pola makan dan tidur yang baru. Perubahan ini dapat memengaruhi kondisi kulit secara langsung. Banyak orang melaporkan bahwa kulit mereka menjadi lebih kering dan kusam, serta munculnya lingkaran hitam di bawah mata. Hal ini disebabkan oleh kurangnya tidur dan hidrasi yang tidak memadai.

Berikut adalah beberapa masalah kulit yang umum terjadi selama Ramadan:

  • Lingkaran hitam di bawah mata: Kurang tidur menyebabkan pembuluh darah di bawah mata terlihat lebih jelas.
  • Kulit pucat: Proses perbaikan kulit melambat tanpa tidur yang cukup.
  • Kulit kusam: Kurangnya istirahat dapat membuat kulit tampak tidak bercahaya.
  • Penuaan dini: Tidur yang tidak cukup mempercepat proses penuaan kulit.
  • Melemahnya skin barrier: Tidur yang tidak teratur dapat melemahkan lapisan pelindung kulit.

Risiko Kulit Kusam Akibat Begadang Selama Ramadan

Begadang selama Ramadan seringkali disebabkan oleh aktivitas seperti buka puasa bersama, sahur, dan salat malam. Perubahan jadwal tidur ini dapat menyebabkan kurang tidur yang berdampak negatif pada kesehatan kulit. Menurut Dr. Radmila Lukian, seorang dermatolog, penting untuk memberikan perhatian khusus pada perawatan kulit selama bulan Ramadan.

Dr. Hassan Galadari juga menekankan pentingnya tidur yang cukup. Ia menyatakan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan kulit terlihat lebih kusam dan dehidrasi. Selain itu, Dr. Zainab Laftah menambahkan bahwa kurangnya hidrasi dapat membuat kulit terasa kasar dan tampak kusam.

Tanggapan Ahli tentang Perawatan Kulit Selama Ramadan

Para ahli sepakat bahwa menjaga kesehatan kulit selama Ramadan sangat penting. Berikut adalah beberapa tips dari para dermatolog:

  • Pastikan tidur cukup: Usahakan untuk tidur minimal delapan jam setiap malam.
  • Hidrasi yang cukup: Penuhi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka untuk menjaga kelembapan kulit.
  • Perawatan kulit yang tepat: Gunakan pelembap yang sesuai untuk menjaga skin barrier.
  • Sederhanakan rutinitas skincare: Kurangi penggunaan bahan aktif yang berpotensi memicu iritasi.

Dengan menjaga pola tidur dan hidrasi yang baik, Sahabat Fimela dapat mencegah kulit kusam dan menjaga kesehatan kulit selama Ramadan. Ingatlah bahwa perawatan kulit yang baik adalah investasi untuk penampilan yang sehat dan bercahaya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Beauty |