Bibir Pecah-Pecah Selama Ramadan, Apa Penyebab Utamanya?

16 hours ago 15

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, bibir pecah-pecah selama Ramadan adalah masalah yang sering dialami banyak orang. Hal ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan perubahan pola hidrasi dan kebiasaan saat berpuasa. Dalam artikel ini, kita akan membahas penyebab utama bibir pecah-pecah dan cara mengatasinya agar tetap nyaman selama bulan suci ini.

Puasa yang mengharuskan kita menahan diri dari makan dan minum dalam waktu yang lama dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi ini berpengaruh pada produksi air liur yang berkurang, sehingga bibir menjadi kering dan pecah-pecah. Selain itu, karakteristik kulit bibir yang lebih tipis dibandingkan bagian tubuh lainnya juga membuatnya lebih rentan terhadap kekeringan. Mari kita simak lebih dalam mengenai penyebab dan solusi untuk mengatasi bibir pecah-pecah selama Ramadan.

Penyebab Utama Bibir Pecah-Pecah Selama Ramadan

1. Dehidrasi

Dehidrasi adalah penyebab utama bibir kering dan pecah-pecah saat berpuasa. Ketika kita berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dalam waktu yang lama, sehingga produksi air liur berkurang. Hal ini dapat menyebabkan:

  • Kekeringan ekstrem pada bibir dan mulut.
  • Risiko peradangan gusi yang meningkat.
  • Penurunan tingkat energi dan konsentrasi.

Oleh karena itu, penting untuk memastikan asupan cairan yang cukup saat sahur dan berbuka.

2. Karakteristik Kulit Bibir

Bibir memiliki kulit yang 15 kali lebih tipis dibandingkan kulit bagian tubuh lainnya. Tanpa kelenjar minyak atau kelenjar keringat, bibir tidak dapat menjaga kelembapannya dengan baik. Ini membuat bibir lebih rentan terhadap kekeringan, terutama saat berpuasa. Perawatan ekstra diperlukan untuk menjaga kelembapan bibir.

3. Kebiasaan Menjilat Bibir

Menjilat bibir saat terasa kering justru memperburuk kondisi. Air liur yang menguap dengan cepat membuat bibir menjadi lebih kering. Enzim dalam air liur dapat merusak lapisan pelindung bibir, sehingga memperparah kekeringan.

Faktor Lingkungan dan Makanan

Faktor lingkungan seperti udara kering juga dapat menyebabkan bibir menjadi lebih kering. Selain itu, makanan tinggi garam atau gula yang sering dikonsumsi saat sahur dan berbuka dapat berkontribusi pada kekeringan. Perubahan pola makan dan tidur selama Ramadan juga berpengaruh pada kesehatan kulit, termasuk bibir.

Tanggapan Ahli dan Solusi

Menurut Mayo Clinic, ada beberapa cara untuk mengatasi bibir kering dan pecah-pecah saat berpuasa:

  • Minum banyak air saat sahur dan berbuka.
  • Hindari menjilat bibir.
  • Gunakan scrub bibir dan pelembap bibir secara teratur.

Dr. Surbhi Deshpande dari Zynova Shalby Hospital menyarankan untuk melembapkan kulit secara teratur dan tidak melewatkan perawatan bibir. Pilihlah balsem bibir yang mengandung bahan-bahan yang menghidrasi dan melindungi, seperti petrolatum dan lanolin. American Academy of Dermatology juga merekomendasikan penggunaan salep kental seperti petroleum jelly untuk mengunci kelembapan lebih lama.

Sahabat Fimela, menjaga kesehatan bibir selama Ramadan sangat penting agar ibadah kita tetap nyaman. Pastikan untuk memperhatikan asupan cairan dan melakukan perawatan yang tepat untuk bibir agar terhindar dari masalah ini.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Beauty |